banner 920x90

Dikawal Aparat Bersenjata, Jenazah Terduga Teroris di Makassar Dipulangkan

  • Share

MAKASSAR, Newstime.id – Jenazah terduga teroris berinisial MT akhirnya dikembalikan ke pihak keluarga. Ia dipulangkan setelah beberapa jam berada di ruang forensik Bidokkes Polda Sulsel.

Pantauan di lokasi, jenazah MT dimasukkan ke dalam peti warna cokelat lalu dikeluarkan dari ruang forensik. Setelah itu, ia diangkut masuk ke mobil ambulans, pada Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 21.30 WITA.

Pemulangan jenazah juga dihadiri oleh sejumlah keluarga. Termasuk tiga orang balita. Mereka lebih dulu telah menjalani pemeriksaan DNA dengan jenazah MT yang telah tewas ditembak Densus 88 pagi tadi.

Informasi sementara yang beredar, jenazah MT dibawa ke tempat pemakaman di sekitar wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar malam ini juga dan dikawal oleh puluhan aparat Brimob Polda Sulsel bersenjata laras panjang.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Endra Zulpan, mengatakan, jenazah MT tak perlu dilakukan visum. Apalagi otopsi karena penyebab kematiannya sudah jelas bahwa telah ditembak mati.

“Kan sudah meninggal. Kami hubungi keluarganya. Untuk apa? (diotopsi atau divisum). Iya begitu (hanya disemayamkan sambil menunggu keluarga MT),” katanya via telepon

Perwira polisi tiga melati ini menjelaskan, saat akan ditangkap, MT sempat melawan cara membawa dua bilah parang di tangan kanan dan kirinya dan siap dihunuskan ke arah petugas.

MT sempat diperingati untuk tetap diam di tempat. Namun MT kian beringas dan terpaksa Densus 88 menembak mati kelompok Jemaah Asharut Daurah (JAD) ini.

“MT melakukan perlawanan agresif dengan menggunakan parang yang panjang, dua parang dipakai di tangan kiri dan kanan lalu menyerang membabi buta dan petugas coba beri peringatan namun tdk dihiraukan dan terpaksa diambil tindakan tegas terukur hingga meninggal di RS,” tambah Zulpan.

MT merupakan berasal dari kelompok yang sama dengan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar pada 28 Maret 2021 lalu, yakni Jemaah Asharut Daurah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.
“Dia jaringan yang sama dengan bom bunuh diri Katedral dan kelompok Villa Mutiara yang masuk JAD berafiliasi dengan ISIS,” tambah Kombes Zulpan, kepada via telepon.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *