banner 920x90

Muncul Kartun Vaksin Nusantara, Ini Kata Rektor dan Guru Besar Unair

  • Share

SURABAYA, Newstime.id – Sejak seminggu lalu, Vaksin Nusantara yang dipelopori mantan Menteri Kesehatan Terawan mendapatkan banyak dukungan sekaligus penolakan. Dari polemik itu, muncul kartun dari akun @kostumkomik di Instagram dan Twitter yang menunjukkan pihak-pihak pendukung dan penolak vaksin.

Di kolom pendukung, Kostum Komik memasukkan ilustrasi mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, politikus Aburizal Bakrie, beberapa anggota DPR, serta musisi.

Salah satu yang menonjol adalah Guru Besar Biokimia dan Biomolekuler Universitas Airlangga Surabaya. Dari sketsa itu, Kostum Komik menggambarkan guru besar sebagai sosok berkaca mata, lengkap dengan peci hitam. Pendapat publik pun langsung mengarah pada sosok profesor Chairul Nidom, guru besar biokimia dan biomolekuler Universitas Airlangga Surabaya. Sebab, dalam beberapa kesempatan, Nidom mengatakan mendukung vaksin tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih mengakui, sketsa dari Kostum Komik memberikan dampak dan pengaruh bagi institusinya. Dalam sketsa tersebut, seolah posisi Unair ada dalam salah satu sisi polemik vaksin tersebut.

”Dalam posisi itu kami mendapat banyak komplain dari teman Unair yang juga jadi guru besar biokimia biologi molekuler yang posisinya tidak sama seperti di sketsa tersebut. Kami sampaikan bahwa Unair tidak terlibat dalam proses dukung mendukung vaksin itu,” tegas Nasih pada Senin (19/5).

Nasih menegaskan, pihaknya murni bekerja secara ilmiah. Penelitian yang dilakukan diharapkan berkontribusi dalam penanganan Covid-19.
”Kami sibuk dengan urusan kami. Pun hampir lupa terlibat dalam urusan lain termasuk penelitian yang dilakukan pihak lain. Unair tidak dalam posisi dukung mendukung atau menolak berkaitan dalam hal tersebut,” ujar Nasih.
Soal posisi Nidom, Nasih menjelaskan, Nidom bicara sebagai kepala riset di Nidom Foundation. Nidom Foundation merupakan lembaga laboratorium yang didirikan Nidom.

”Sehingga beliau memang bicara seperti itu untuk mendeklarasikan bahwa dirinya memberikan statement sebagai kepala Nidom Foundation, bukan sebagai guru besar Unair,” terang Nasih.
Ketika dikonfirmasi, Nidom menjelaskan, tidak tahu menahu terkait sketsa itu. Dia bahkan baru tahu setelah dikirim oleh anaknya.
”Saya baru tahu dari anak. Katanya viral di Twitter. Desainnya menarik. Apalagi saya digambarkan sedang memakai kopiah. Memang awal 2021, saya gunakan supaya selalu ingat ngaji di kampung waktu anak-anak,” terang Nidom.

Nidom mengaku, sejak awal tidak mengatasnamakan institusi Unair. Nidom mengaku melihat teknologi Vaksin Nusantara mempunyai prospek yang baik untuk mengatasi pandemi.
”Dari awal, saya tidak yakin pandemi bisa diatasi dengan vaksin. Sebab sifat virus yang khas. Tidak ada penggunaan vaksin pada wabah yang disebabkan virus Covid-19. Vaksin Nusantara bisa menutup kekurangan vaksin konvensional yang ada selama ini,” papar Nidom.

Nidom menjelaskan, semua pendapat yang terkait dengan keilmuan terkait Covid-19 berada dalam wilayah otoritas pribadi sebagai salah satu peneliti dan pemerhati pandemi. Sebab sejak Januari 2020, dia sudah memberi banyak pendapat. Salah satunya adalah kahsiat mpon-mpon (sejenis tanaman) untuk menguatkan imun dari Covid-19.

”Ketika teman-teman media menanyakan saya guru besar di bidang apa, saya sebutkan saya Guru Besar Ilmu Biokimia & Biologi Molekular Universitas Airlangga. Tapi, kalau pendapat terkait riset dan publikasi, saya cantumkan bahwa saya adalah Ketua Tim Riset Covid & Formulasi Vaksin; Professor Nidom Foundation,” ujar Nidom.
Nidom menegaskan, dia bukan bagian dari tim peneliti Vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan oleh Unair. Dia juga bukan bagian dari tim Vaksin Nusantara.

”Saya tidak punya laboratorium. Tapi bukan berarti saya tidak punya keahlian di bidang vaksin. Saya pernah menjadi ketua tim peneliti Vaksin Flu Burung untuk Manusia pada 2009–2010; Vaksin Flu Babi H1N1; Vaksin Zika,” terang Nidom. (*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *