banner 920x90

Terbaru Kapal Selam Nanggala ; Masih Dicari,Bala Bantuan Didatangkan

  • Share

Jakarta, Newstime.id – Kabar terbaru kapal selam Nanggala masih ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak, dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari kapal Basarnas hingga bantuan dari Singapura juga Malaysia ikut dikerahkan untuk membantu pencarian.
Diketahui KRI Nanggala-402 sudah hilang kontak di perairan utara Bali pada Rabu dini hari.

Kemungkinan Terbawa Arus

TNI mengungkapkan ada kemungkinan KRI Nanggala-402 terbawa arus laut.

“Untuk ruas, jelas ruas sudah diadakan penyisiran secara luas, karena semuanya kita juga memang, saya secara teknis tidak… tapi saya sudah menanyakan, ya bisa saja arus bawah laut membawa semuanya ketika dia mengapung bisa terbawa ke mana tapi artinya wilayah-wilayah yang diperkirakan,” kata Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad dalam jumpa pers di Bali, Jumat (23/4/2021).

Saat ini disebutkan KRI Nanggala sudah tidak bersuara. Menurut Achmad, hanya sonar yang saat ini bisa mendeteksi keberadaan kapal selam tersebut.

“Karena kemarin sementara ini dari KRI Rimau. Nah, ini tampaknya akan diperkuat dari KRI lain yang memang bisa dari mana sih titik… karena kebetulan kapal selamnya kan udah diem, tidak ada suara, tinggal hanya sonar yang bisa menangkap,” ujar Achmad Riad.

Ditemukan Titik Magnet Tinggi

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menyampaikan bahwa titik magnet tinggi ditemukan di kedalaman 100 meter.

“Jadi yang kemarin ditemukan adalah rumpon bawah laut jadi kemagnetannya sangat lemah. Dan yang baru kita temukan saat dengan Panglima TNI ke sana, tadi dari KRI Pulau Rimau 724 ditemukan kemagnetan yang tinggi dalam suatu titik yang kedalamannya kurang-lebih 50-100 meter melayang,” kata Yudo dalam jumpa pers di Bali, Kamis (22/4/2021).

Ada Tumpahan Minyak

Selain itu, Yudo mengungkapkan ada tumpahan minyak di lokasi pencarian kapal KRI Nanggala. Ada kemungkinan kru kapal selam tersebut membuang BBM karena tangki kapal retak atau agar kapal bisa mengapung.

“Tumpahan minyak yang ditemukan itu ada dua kemungkinan, karena sampai sekarang kapalnya sekarang belum terdeteksi. Pertama kemungkinan tangkinya mengalami keretakan, sehingga bocor kalau dia masuk ke dalam terus kemudian kondisi black out masuk ke dalam terus dengan kedalaman kurang-lebih 500 sampai 700 (meter) ini bisa,” kata Yudo.

“Apabila itu masih bisa melayang di kedalaman 50-100 (meter), kemungkinan ABK-nya membuang bahan cair yang ada di situ, di situ ada oli, ada minyak, dibuang. Harapannya ini untuk mengapungkan, jadi untuk meringankan berat kapal selam tersebut sehingga kondisinya bisa melayang,” ujarnya.

Kemungkinan Black Out

Kabar terbaru kapal selam Nanggala diduga mengalami mati listrik (black out) saat hilang. Oksigen diperkirakan mampu bertahan dalam 72 jam.

“Kemampuan oksigen KRI jika dalam kondisi yang diperkirakan black out seperti sekarang ini mampu 72 jam. Kurang-lebih 3 hari,” kata Yudo.


Pencarian Kapal Dipusatkan

Kabar terbaru kapal selam Nanggala diketahui dilakukan dengan pencarian yang difokuskan di laut sebelah utara Bali, yakni sekitar 40 km dari Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Berbagai peralatan pun sudah berada di sekitar lokasi.

“Jadi kalau ditarik garis, jaraknya dari Celukan Bawang itu kurang-lebih sekitar 23 nautical mile atau 40 kilometer di utara Celukan Bawang,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Achmad Riad saat konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, di lokasi tersebut ditemukan tumpahan minyak dan daya magnet yang besar, sehingga saat ini terus dilaksanakan pemantauan di wilayah tersebut dengan memanfaatkan semua peralatan yang ada.

Basarnas Datangkan 2 Alat Canggih

Basarnas mendatangkan dua alat untuk mendukung proses pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Utara Bali. Dua alat itu adalah ROV (remotely operated vehicle) dan magnetometer.

Peralatan ini sudah tiba di Banyuwangi dan langsung ditempatkan di kapal milik Basarnas yang sudah standby di Pelabuhan Tanjungwangi, Jumat (23/4/2021).

ROV merupakan salah satu jenis robot bawah air yang dikendalikan menggunakan remote control. Sedangkan magnetometer merupakan alat untuk mendeteksi objek logam di permukaan dasar laut. Salah satunya adalah untuk mendeteksi keberadaan kapal karam di dasar laut yang mengandung logam seperti badan kapal atau mesin kapal.

“Fungsinya alat pendeteksi benda yang berada di bawah laut dengan efisiensi jarak sekitar 200-300 meter,” jelas Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi Wahyu Setya Budi kepada wartawan.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *