banner 920x90

24 Jam 400 Polisi Jaga Jalan Masuk ke Maros

  • Share

MAROS, Newstime.id – Menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, Polres Maros, Sulsel, mendirikan 3 posko penjagaan arus mudik.

3 posko penyekatan itu didirikan dibatas Kabupaten Maros-Kota Makassar, Maros-Bone, dan Maros-Pangkep.

Tiga posko itu diaktifkan mulai 5 Mei 2021 atau sehari sebelum pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Kapolres Maros, AKBP Musa Tampubolon, mengatakan sebelum memberlakukan penyekatan jalan masuk ke Maros, lebih dulu dilakukan sosialisasi larangan mudik.

“Sosialisai kami lakukan melalui media sosial maupun melalui anggota (polisi) yang turun langsung ke masyarakat,” kata perwira dua bunga ini, melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/4/21) sore.

Menurut Musa, penjagaan posko penyekatan akan dilakukan selama 24 jam untuk mengantisipasi adanya pemudik nakal atau yang sudah dilarang mudik tapi tetap nekat mudik tengah malam.

“Posko akan mulai aktif tanggal 5 Mei 2021 dan akan beroperasi selama 24,” kata Musa kepada newstime.id.

Untuk memperketat penjagaan, lanjutnya, sebanyak 400 personil Polres Maros dibantu TNI dan instansi lainnya, bergiliran menjaga posko.

Masyarakat yang tetap nekat mudik, maka akan diminta untuk putar balik.

Musa menghimbau masyarakat mematuhi larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat ini.

Melansir Kompas.com, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan sejumlah alasan pemerintah memutuskan kembali melarang mudik Lebaran pada tahun ini.

Hal itu berkaca pada pengalaman tahun lalu.

“Sesuai arahan Pak Presiden (Joko Widodo), kita harus melihat apa yang terjadi di 2020 lalu, ada beberapa hal yang menyebabkan kami melarang mudik,” ujar dia dalam keterangan pers dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (7/4/2021).

Ia menjelaskan, pemerintah melihat fenomena yang terjadi saat periode libur Natal dan Tahun Baru. Saat itu tak ada larangan mudik. Pada akhirnya, usai masa libur Natal dan Tahun Baru kasus Covid-19 pun melonjak drastis.

“Setelah masa mudik Natal itu terjadi kenaikan kasus terpapar yang tinggi, bahkan terdapat kematian pada tenaga kesehatan lebih dari 100 orang,” kata dia.

Setelah periode itu lanjut Menhub, tren peningkatan kasus Covid-10 terus terjadi terutama di bulan Januari-Februari 2021.

Tercermin pula dari peningkatan penularan yang tinggi dari hari ke hari pada awal tahun.

Alasan lainnya, berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, Covid-19 sangat berisiko bagi lansia sebab bisa mengakibatkan gejala serius.

Sehingga bila mudik diperbolehkan maka berpotensi meningkatkan penularan pada lansia.

“Penduduk lansia itu berisiko sangat tinggi, nah ini harus kita berikan perlindungan,” kata Budi Karya. Selain itu, pemerintah juga melarang mudik dengan mempertimbangkan adanya tren peningkatan kasus yang masih terjadi secara global. Budi Karya bilang, pemerintah tengah berupaya untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *