banner 920x90

Tanggapi Tarif Parkir Rp 20 Ribu di Pasar Sentral, Danny Pomanto: Mendesak Juga Resetting Perusda

  • Share

MAKASSAR, Newstime.id – Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengecam tindakan jukir liar yang meminta tarif parkir sebesar Rp 20 ribu di Pasar Sentral, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.

Menurutnya, praktik premanisme seperti itu, tidak boleh ada di Kota Makassar.

“Saya tahu itu (kasus), harusnya tidak ada seperti itu, ini negara punya, tidak boleh ada yang memaksakan begitu,” kata Danny, Kamis (29/4/2021)

Menurutnya, segala penarikan retribusi kepada masyarakat harus sesuai tarif yang berlaku.

Sehingga, selain melakukan resetting RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan dinas-dinas di lingkup Pemerintah Kota, resetting Perusda juga genting segera dilakukan.

“Banyak sekali juga masalahnya ini Perusda, seperti di PDAM gaji pensiunan tidak diurus, sekarang masalah parkir. Artinya mendesak juga resetting Perusda,” jelas Danny.

Ia menegaskan, kondisi seperti ini benar-benar memprihatinkan.


“Karena rusak semua, bagaiaman caranya? Orang mengeluh, saya kan itu ujung-ujungnya yang kena. Jadi masyarakat kalau seperti ini berarti kan kondisi sudah kronis,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar video di media sosial terkait keluhan seorang warga terhadap salah satu Juru parkir (Jukir) di Pasar Sentral.

Pasalnya, dalam video tersebut pengendara roda empat yang dimintai biaya parkir sebesar Rp 20 ribu.

Dalam video tersebut, pengendara terdengar sempat meminta karcis parkir, tapi malah diabaikan oleh jukir tersebut.

Sehingga PD Parkir Kota Makassar bersama Polres Pelabuhan, terjun langsung melakukan penindakan di Pasar Sentral.

Pihak Polres Pelabuhan pun mengamankan salah seorang Jukir resmi atas nama Dg Gassing (51) yang dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Direktur Utama (Dirut) PD Parkir Makassar Raya, Irham Syah Gaffar menegaskan jika biaya parkir di Pasar Sentral untuk kendaraan roda dua hanya Rp 3.000, sementara roda empat Rp 5.000.

“Menurut pengakuannya, GS ini berdalih jika ia tidak mengenal oknum yang melakukan pungutan pada video viral tersebut,” katanya.

Namun menurut Irham, dari laporan yang diterimanya, pelaku pungli yang saat ini belum diketahui keberadaannya tersebut merupakan bawahan Gassing.

“Kemungkinan GS yang pekerjakan, karena memang disitu dia Jukir resminya. Tapi kita tunggu saja nanti bagaimana hasil dari pemeriksaan polisi,” terangnya.


Jika dari hasil pemeriksaan, GS terbukti mengenal atau mempekerjakan tukang parkir liar tersebut, maka ia akan memberikan sanksi yang tegas.

“Tentu kami akan sanksi, bisa saja sampai pengembalian Id card, tapi kita lihat dulu proses hukumnya,” tutupnya

Sementara itu, saat diwawancarai, sebelum dibawa ke Polres Pelabuhan, Dg. Gassing mengaku jika ia tidak mengenal orang yang mengambil tarif parkir dalam video viral tersebut.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *