banner 920x90

Desakan Aziz Syamsuddin Mundur Mencuat Usai KPK Menggeledah Ruangan

  • Share

Jakarta, Newstime.id – KPK telah menggeledah ruangan kerja dan rumah dinas Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Usai penggeledahan itu muncul desakan agar Azis mundur dari jabatan.
Penggeledahan ruang kerja dan rumah dinas Azis terjadi pada Rabu (28/4). Selain dua ruangan itu, KPK juga menggeledah dua tempat lain, yaitu apartemen dari pihak-pihak lain dalam kasus suap penyidik KPK dari Polri AKP Stepanus Robin Pattuju.

Tak pulang dengan tangan hampa, KPK menyita beberapa barang bukti yang berkaitan dengan perkara. Meski, KPK tidak menjelaskan bukti apa saja yang di sita dari empat lokasi penggeledahan.

“Selanjutnya bukti-bukti ini akan segera dilakukan analisis mendalam serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR berkomentar soal penggeledahan dan terseretnya nama Azis dalam kasus dugaan suap tersebut. MKD DPR siap membahas kasus Azis Syamsuddin setelah reses DPR.

“Semua perkara yang sudah teregistrasi di MKD termasuk perkara Pak Azis baru akan dibahas setelah masuk masa sidang tanggal 6 Mei. Rapat pimpinan dan rapat internal MKD membahas kasus itu kemungkinan dilaksanakan tanggal 6 itu,” kata Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman kepada wartawan.

Habiburokhman ingin membahas semua perkara yang dilaporkan ke MKD DPR. Namun, Habiburokhman menyebut pembahasan aduan, termasuk ke Azis Syamsuddin, saat ini terkendala aturan soal reses.

“Tentu kami ingin semua perkara segera dibahas, tapi kami harus mengacu pada aturan yang berlaku. Berdasarkan Pasal 1 angka 13 Peraturan DPR Tentang Tata Tertib, kami tidak bisa melakukan kegiatan di DPR di masa reses karena saat reses kami harus ke dapil (daerah pemilihan),” ucap Habiburokhman.

Azis Syamsuddin Diminta Mundur

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus meminta Azis Syamsuddin mundur dari jabatan pimpinan DPR. Dia menyebut Azis berjiwa besar jika mundur dengan sukarela.

“Idealnya sih dengan gambaran keterlibatan seperti yang dipaparkan oleh Ketua KPK, saya kira Azis memang mesti mundur dari jabatan pimpinan DPR. Lebih gentle kalau keputusan mundur ini muncul dari kesadaran Azis sendiri,” kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus kepada wartawan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *