banner 920x90

Taktik Lolos Penyekatan Ala Warga untuk Mudik

  • Share

Jakarta,Newstime.id – Meski mudik resmi dilarang oleh pemerintah ada saja cara warga untuk mengelabui petugas penjaga pos penyekatan. Berbagai taktik digunakan oleh warga namun tetap berujung gagal pulang ke kampung halaman.

Larangan mudik sendiri diketahui telah dimulai pada 6 Mei kemarin. Meski begitu tak dipungkiri banyak warga yang tetap bandel pergi untuk mudik.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan ada berbagai modus yang dilakukan masyarakat agar bisa mudik. Sambodo menilai beberapa modus tersebut merupakan modus lama yang sering dilakukan, seperti travel gelap.

“Yang sudah bisa kita ungkap di 2021 ini, modus-modusnya sebetulnya lama, travel gelap masih kita temukan,” kata Sambodo kepada wartawan di GT Cikarang Barat, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021).

Sambodo menerangkan para pemudik juga ditemukan menaiki truk-truk besar agar bisa lolos dari pantauan polisi. Pemudik yang menggunakan sepeda motor juga masih kerap ditemukan.

Bahkan modus teranyar yang nekat dilakukan, yaitu pemudik pergi menggunakan ambulans.

Baca juga: Detik-detik Pengendara Tabrak Petugas Penyekatan di Klaten

“Kemudian yang kedua penumpang yang menggunakan kendaraan truk, itu juga masih ditemukan. Ketiga, mudik menggunakan sepeda motor ada, yang keempat pemudik menggunakan ambulans ada, yang belum ketemu, pemudik naik mobil di towing,” ujarnya.

Sebelumnya, ditemukan pemudik yang nekat mudik di tol Cikarang 1.

Sebelumnya diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya menemukan warga yang nekat mudik di Tol Cikarang 1. Uniknya, pemudik itu menggunakan mobil ambulans.

“Modus operandi banyak yang digunakan termasuk tadi ada di Cikarang 1, ada satu buah ambulans yang coba mengelabui. Ini salah satu modus operandi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (6/5).

Ambulans termasuk salah satu kendaraan yang dikecualikan dari aturan tersebut. Namun hal ini kemudian dimanfaatkan oleh warga yang nekat mudik.

“Ini kan karena ada pengecualian ya bagi ambulans. Ini satu ambulans isinya enam orang, tujuh sama sopirnya. Dua orang dewasa, dua orang ibu-ibu, dan dua orang anak-anak,” katanya.

Ambulans tersebut terjaring penyekatan di Tol Cikarang 1, Kamis (6/5) tadi malam. Saat diperiksa, para penumpang ambulans tersebut mengaku hendak melayat keluarga yang meninggal.

“Memang menyampaikan ada yang sakit dan meninggal dunia yang mau dijenguk di luar daerah,” katanya.

Petugas kemudian memeriksa kelengkapan persyaratan perjalanan masa larangan mudik. Salah satunya syarat hasil swab negatif yang tidak dimiliki oleh para penumpang tersebut.

“Tapi pada saat ditanya persyaratannya, termasuk swab antigen ini tidak bisa dia tunjukkan. Setelah dicek ternyata ambulans ini dijadikan modus operandi untuk mudik padahal persyaratannya tidak sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Kepada petugas, para penumpang tersebut mengaku hendak melayat orang tua yang meninggal dunia di Subang, Jawa Barat. Namun polisi menyebut bahwa mereka mengada-ada.

Petugas kemudian memutar balik kendaraan tersebut.

“Ya mengada-ada aja, makanya diputar balik. Kan harus ada surat keterangan lengkap semua kayak antigen, tapi ini kan tidak ada,” tuturnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *