banner 920x90

Danny Pomanto Didorong Maju di Pilgub Sulsel, Bakal Hadapi Ilham Arief Sirajuddin?

  • Share

Makassar, Newstime.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulsel, Rusdi Masse secara terbuka menyatakan akan mempersiapkan Danny Pomanto untuk maju di Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 mendatang.

Artinya, jika hal ini benar terjadi, Danny berpeluang untuk bertarung dengan Ilham Arief Sirajuddin, dan Nurdin Halid.

Kedua tokoh ini dikabarkan kembali akan mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulsel di Pilkada 2024 mendatang.

Rusdi Masse mengatakan, persiapan untuk kerja-kerja politik menuju Pilgub 2024 akan dimulai setelah Lebaran Idul Fitri 2021.


“Mengapa Danny Pomanto? Karena saya melihat dan menilai Danny Pomanto memiliki komitmen kerakyatan yang teguh, keberpihakannya pada kepentingan rakyat kebanyakan kuat,” kata Rusdi Masse di depan sejumlah pengurus teras NasDem Sulsel, Sabtu malam di kediamannya di Pinrang, Sabtu (8/5/2021) malam.

Menurut Rusdi Masse, rakyat Makassar dan Sulsel, bisa melihat keberpihakan Danny Pomanto di periode pertama Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar, dan sekarang.

“Ketika kita atau Danny Pomanto berpihak ke rakyat, rakyat pun akan berpihak ke kita atau Danny Pomanto. Ini modal elektoral yang diinginkan setiap tokoh atau pemimpin di setiap kontekstasi pemimpin,” kata Rusdi Masse yang didampingi jurnalis senior Mulawarman ketika menyampaikan keinginan dan pendapatnya itu kepada kader-kader utama NasDem Sulsel.


Ditanya mengapa terlalu pagi Rusdi Masse dan NasDemnya bekerja untuk Pilgub Sulsel 2024, Rusdi Masse menyatakan, kalau NasDem itu organisasi politik, partai politik yang kerjanya di manapun di dunia ini, kerjanya setiap hari, adalah kerja-kerja politik.

“Partai politik tidak mengenal pagi, sore dan malam untuk melakukan kerja-kerja politik. Sejatinya, partai politik setiap saat bergerak mengerjakan kerja-kerja politik, “ kata Rusdi Masse.

Harus Jadi Pengalaman

Menanggapi hal tersebut pengamat politik Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah menilai semua kandidat punya akselerasi yang sama setelah Nurdin Abdullah terjerat kasus dugaan korupsi.

Kepemimpinan Sulsel berganti sementara ke tangan Andi Sudirman Sulaiman sebagai pelaksana tugas.

Hasrullah mengatakan Pilgub Sulsel 2018 dan kasus hukum menerpa kepemimpinan Sulsel harus menjadi pengalaman.

Untuk itu, Dr Hasrullah menilai, kandidat calon gubernur yang ingin didorong harus diukur melalui survei tingkat keterpilihan rakyat.

“Dengan adanya persoalan yang dihadapi Sulsel, peta kepemimpinan saya pikir semua orang punya akselerasi yang sama. Nama-nama the rising star kan ada sekitar 8 orang yang ramai disebut-sebut,” kata Dr Hasrullah saat dihubungi Tribun Timur, Senin (10/5/2021).

“Tapi untuk mengetahui dukungan seseorang, patut kita gunakan kaidah ilmiah. Bagaimana tingkat keterpilihan dan kesenangan masyarakat, salah satu ukurannya adalah survei,” sambung Hasrullah.

Hasrullah mengatakan, peluang kandidat maju Pilgub Sulsel tidak cukup hanya dengan dorongan ketua partai.


Menurutnya, hal itu harus diukur dengan tingkat keterpilihhan dan kesenangan masyarakat kepada kandidat tersebut.

Kedua, kata Hasrullah, dorongan RMS kepada Danny Pomanto bisa membuat calon lawannya mulai menghitung kekuatan politik Wali Kota Makassar dua periode itu.

“Kita tidak boleh melihat hanya mencalonkan seseorang hanya karena hubungan personal. Saya kira kita harus cerdas melihat masalah kepemimpinan di Sulawaesi Selatan,” kata Hasrullah.

Hasrullah menilai, kemenangan Danny Pomanto dalam dua kali Pilwali Makassar belum cukup untuk menjadi ukuran Pilgub Sulsel.

Alasannya, kata Hasrullah, ada 24 kabupaten kota pemilih Pilgub Sulsel.

“Makassar itu ibukota provinsi, tapi Sulsel ada 24 kabupaten kota. Itu harus dihitung, sampel tidak bisa hanya Makassar,” kata Hasrullah.

Hasrullah mengajak semua pihak berpikir cerdas melihat masalah kepemimpinan di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, kasus hukum yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah harus jadi pengalaman berharga.

“Itupun juga kalau pun ada survei, harus diteliti lagi apakah memang akselerasi kemauan rakyat sesuai dengan keinginan pimpinan partai. Jadi kita harus rasional menentukan calon kepemimpinan ke depan. Cukup pengalaman 2018 jadi pengalaman bagi kita semua,” kata Hasrullah.

Hasrullah mengatakan kepemimpinan Sulawesi Selatan masih terjadi kekosongan saat ini.


Menurutnya, Sulsel kini dipersiapkan memilih calon wakil gubernur senadainya Plt Gubener Andi Sudirman ditetapkan jadi gubernur definitif.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS), di penghujung bulan suci Ramadan, mengungkapkan pekan depan depan setelah hari raya Idul Fitri 1442 H dirinya bersama Nasdem, akan mulai mulai kerja-kerja politik untuk mempersiapkan Wali Kota Makassar Danny Pomanto untuk maju bertarung di Pilgub Sulsel 2024.

Lagi-lagi Rusdi Masse mempertegas dirinya sebagai politisi kreator arah baru peta politik Sulsel.

“Mengapa Danny Pomanto? Karena saya melihat dan menilai Danny Pomanto memiliki komitmen kerakyatan yang teguh, keberpihakannya pada kepentingan rakyat kebanyakan kuat,” kata Rusdi Masse di depan sejumlah pengurus teras Nasdem Sulsel, Sabtu malam di kediamannya di Pinrang, Sabtu (8/5/2021) malam.

Menurut Rusdi Masse, rakyat Makassar dan Sulsel, bisa melihat keberpihakan Danny Pomanto di periode pertama Danny Pomanto sebagai walikota, dan sekarang.

“Ketika kita atau Danny Pomanto berpihak ke rakyat, rakyat pun akan berpihak ke kita atau Danny Pomanto. Ini modal elektoral yang diinginkan setiap tokoh atau pemimpin di setiap kontekstasi pemimpin,” kata Rusdi Masse yang didampingi jurnalis senior Mulawarman ketika menyampaikan keinginan dan pendapatnya itu kepada kader-kader utama Nasdem Sulsel.

Ditanya mengapa terlalu pagi Rusdi Masse dan Nasdemnya bekerja untuk Pilgub Sulsel 2024, Rusdi Masse menyatakan, kalau Nasdem itu organisasi politik, partai politik yang kerjanya di manapun di dunia ini, kerjanya setiap hari, adalah kerja-kerja politik

“Partai politik tidak mengenal pagi, sore dan malam untuk melakukan kerja-kerja politik. Sejatinya, partai politik setiap saat bergerak mengerjakan kerja-kerja politik, “ kata Rusdi Masse seraya menegaskan Nasdem tidak harus menunggu Pilkada atau kontekstasi politik di Sulsel ini, untuk mengerjakan kerja politiknya.

Ditanya apa tidak tidak melihat tokoh lain di Sulsel yang memiliki keberpihakan kepada rakyat kebanyakan di Sulsel, Rusdi Masse menyebut nama Nurdin Halid dan Ilham Arief Sirajuddin.

Keduanya, selain memiliki keberpihkan dan komitmen kerakyatannya yang kuat, Nurdin Halid dan Ilham Arief Sirajuddin punya jiwa sosial dan banyak meninggalkan hasil kerja-kerja sosialnya di Sulsel, khususnya di Makassar.


“Nasdem dan sangat pasti Parpol lainnya di Sulsel memperhatikan gerak-gerik kedua tokoh kita itu,” kata Rusdi Masse yang mengaku bersahabat kental dengan Nurdin Halid sampai detik ini.(*)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *