banner 920x90

Diduga Menerima Suap dan Pelelangan Jabatan, KPK menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Sebagai Tersangka

  • Share

Jakarta, Newstime.id – KPK menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan.

“Penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Kota Bekasi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Kamis (6/1/2022).

Firli mengatakan ada 14 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Ke-14 orang itu terdiri dari Pepen, kepala dinas hingga makelar tanah.

Dari 1 orang itu, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, yakni sebagai pemberi AA, LBM, SY dan MS. Sementara, tersangka penerima, RE (Rahmat Effendi), MB, MY, WY dan JL.

Sebagai pemberi, AA dan kawan-kawan dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagai penerima, Pepen dkk dijerat Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B UU Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pepen ditangkap pada Rabu (5/1). KPK menduga Pepen terlibat dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan serta pengadaan barang dan jasa.

“Informasi yang kami peroleh, tangkap tangan ini terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (6/1).

Hari ini, KPK kembali mengamankan dua orang. Total ada 14 orang yang diamankan KPK.

“Saat ini jumlah pihak yang diamankan tim KPK ada 14 orang terdiri dari Wali Kota Bekasi, beberapa orang ASN dan pihak swasta,” ujarnya.

Baca Juga  Pemda Papua Keluarkan 7 Pernyataan Sikap Terkait Sebutan KKB Menjadi Teroris

Ali belum menjelaskan identitas kedua orang yang baru ikut diamankan itu. Dia mengatakan ada uang ratusan juta yang ikut diamankan.

“Beserta bukti uang ratusan juta rupiah,” ucapnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *