banner 920x90

Mengaku Disiram Air Keras Oleh Rekannya, Siswi SMP di Makassar Dilarikan ke RS

  • Share

Makassar, Newstime.id – Seorang siswi SMP di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berusia 12 tahun dilarikan ke rumah sakit dan mengaku disiram air keras oleh rekannya. Dugaan aksi kekerasan tersebut kini ditangani kepolisian.

“Semua dari pengakuan itu (korban disiram) air keras,” kata tante korban, Tini (37), saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (7/1/2022).

Tini mengatakan peristiwa kekerasan yang dialami korban sebenarnya terjadi pada Desember 2021. Saat itu korban diajak terduga pelaku ke rumahnya untuk disemir rambutnya.

“Setelah korban disemir rambutnya, ternyata dari belakang dipukul kepalanya sampai dia jatuh,” kata Tini.

“Terus habis itu pas korban sudah jatuh kan kesakitan, ternyata teman-temannya nggak bantuin ternyata disiram air keras,” lanjut dia.

Pihak keluarga belum mengetahui secara lebih spesifik siapa teman korban yang jadi pelaku. Kekerasan tersebut juga langsung diadukan ke polisi tapi sempat ditolak.

“Setelah korban disemir rambutnya, ternyata dari belakang dipukul kepalanya sampai dia jatuh,” kata Tini.

“Terus habis itu pas korban sudah jatuh kan kesakitan, ternyata teman-temannya nggak bantuin ternyata disiram air keras,” lanjut dia.

Pihak keluarga belum mengetahui secara lebih spesifik siapa teman korban yang jadi pelaku. Kekerasan tersebut juga langsung diadukan ke polisi tapi sempat ditolak.

“Kejadiannya sih Desember, cuma pas kejadian melapor ke pihak berwajib terus ternyata kata pihak berwajib nggak usah dulu, urus dulu anak ini sampai dia sembuh,” kata Tini.

Keluarga kemudian baru melaporkan aksi kekerasan ini pada hari ini ke SPKT Polsek Panakkukang. “Jadi baru tadi ini (dilaporkan ke polisi),” kata Tini.

Sementara itu, kepolisian menyebut korban bukan disiram air keras. Yang ada korban tersengat listrik.

“Jadi begini, itu anggota ke TKP itu bukan disiram air keras. Itu tersengat listrik, bukan air keras,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Jeriad dalam wawancara terpisah.

Jeriady mengatakan korban memang menderita luka bakar. Tapi sekali lagi hal itu karena sengatan listrik.

“Itu bukti visumnya tersengat listrik,” pungkas Jeriady.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *