banner 920x90

Dugaan Mahasiswi Baru FBS UNM Dilecehkan, Fakultas Usut Oknum Ketua HMJ

  • Share

MAKASSAR, Newstime.id – Kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswi baru Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi perhatian pihak fakultas. Dugaan pelecehan tersebut kini diusut.
Wakil Dekan III FBS UNM Azis mengatakan terduga korban dan terduga pelaku sudah teridentifikasi. Pihaknya juga sudah mengkonfirmasi langsung kepada keduanya.

“Iya sudah. Terduga (pelaku) itu dia sudah mengatakan bahwa dia yang dimaksud dan yang perempuan juga mengatakan dia yang dimaksud,” ujar Azis, Kamis (8/12/2022).

Azis mengatakan, sudah beberapa hari mencari siapa kedua mahasiswa yang heboh diisukan terlibat kasus pelecehan seksual. Namun pihaknya baru bisa mendapatkan identitas mahasiswa tersebut Rabu (7/12) kemarin.

“Kemarin sore baru saya dapat itu dan berulangkali saya chat tidak mau dibalas bahkan saya sempat telepon,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi baru FBS UNM diduga dilecehkan oleh oknum ketua HMJ. Pihak fakultas membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Ya, menurut informasinya (korban) itu adalah mahasiswa baru,” kata Wakil Dekan III FBS UNM Azis saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Kamis (8/12).

Azis juga membenarkan terduga pelaku pelecehan adalah petinggi organisasi di fakultas. Terduga pelaku disebut merupakan ketua Dewan Mahasiswa (Dema) setingkat HMJ.

“Dia HMJ, bukan presiden BEM. Dema itu sejajar dengan HMJ. Umumnya adalah ketua HMJ,” sebutnya.

Viral di Media Sosial
Pelecehan seksual yang dilakukan oknum ketua HMJ kepada mahasiswi itu viral di media sosial. Cerita korban diunggah melalui akun Instagram @mekdiunm.

Dalam unggahan tersebut, tertulis #SaveXYA yang diduga sebagai korban pelecehan. Sementara terduga pelaku ialah MEX atau nama yang disamarkan.

“#SaveXYA Tidak ada toleransi kepada pelaku pelecehan seksual,” tulis akun itu mengawali keterangan unggahannya.

Baca Juga  Polisi Tegaskan 2 Remaja Makassar Bunuh Bocah Tak Terkait Sindikat Jual Organ

“Disc: MEC disini nama samaran yang ditulis oleh korban untuk pelaku, jadi yang punya nama lapangan yang sama bukan dia di tujukan,” sambung narasi unggahan itu.

(*)Sumber : detik

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *