banner 920x90

Anies Bawakan Kuliah Umum di UMI Makassar, Bahas Kesetaraan Pendidikan

  • Share

MAKASSAR, Newstime.id – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan membawakan kuliah umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Anies membahas kesetaraan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

“Pendidikan apalagi di Indonesia hari ini adalah eskalator sosial ekonomi. Karena itu, eskalator ini harus bisa dipakai oleh semua,” ujar Anies, Sabtu (10/12/2022).

Anies mengatakan, jika kesempatan untuk mengakses pendidikan berkualitas tidak merata maka akan mengakibatkan ketimpangan dalam masyarakat. Dia menyebut perbedaan jenjang pendidikan menjadi penentu bagi keberhasilan seseorang.

“Dulu ketimpangan antara kota (dengan) desa, yang kedua ketimpangan antara Jakarta sekitarnya dengan luar Jakarta dan sekitarnya. Ketimpangan antara Jawa dan luar Jawa. Ketimpangan antara yang terdidik dan tidak terdidik, ketimpangan antara yang berpunya dan tidak berpunya,” katanya.

Menurut Anies, saat ini kesempatan untuk dapat mengakses pendidikan berkualitas masih tersentralisasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Malang, Makassar, Medan dan sekitarnya. Sementara di tempat-tempat lain, kata dia, kesempatan itu masih sangat minim.

“Karena itu ke depan yang kita butuhkan keseriusan mengenai akses pada pendidikan berkualitas. Kalau kita ketinggalan, kita sulit,” tuturnya.

Anies menuturkan, saat pertama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dia mendapati sekolah-sekolah favorit kebanyakan diisi oleh anak-anak dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Bahkan dia mengatakan anak-anak dari keluarga berpendidikan tinggi menempati 90 persen kursi sekolah favorit.

“Di Jakarta ini sekolah-sekolah yang dibilang favorit itu diisinya oleh anak-anak dari keluarga yang berpendidikan tinggi. 90% lebih dari orang tua SMA-SMA favorit di Jakarta adalah anak-anak dari orang tua yang pendidikannya S1, S2, S3. SMP juga sama,” kata Anies.

Anies menjelaskan, jika hal itu dibiarkan maka secara sosial dan ekonomi masyarakat yang tergolong kelas menengah ke bawah tidak dapat memperbaiki nasib melalui pendidikan berkualitas. Sementara kelas menengah ke atas akan selalu dapat mempertahankan posisinya secara sosial dan ekonomi.

Baca Juga  Pemkot Makassar-ITB Nobel Indonesia Sepakat Kembangkan Pendidikan, Danny:Mari Bersama Majukan Kota

“Ini kalau didiamkan, Bapak, Ibu sekalian kami rasakan di Jakarta, didiamkan. Apa yang terjadi? Yang di bawah secara sosial ekonomi masuk SMP yang kurang berkualitas atau tak berkualitas masuk SMA yang kurang berkualitas. Mereka akan terus berada di bawah di dalam strata sosial ekonomi. Mereka yang sudah di atas akan terus berada di atas,” kata Anies

Anies kemudian menuturkan dia pernah mencoba untuk membuat sistem kesetaraan kesempatan untuk mengakses pendidikan. Menurutnya saat itu banyak warga dari kelas menengah ke atas yang protes dengan kebijakan tersebut.

“Kelas menengah ke atas Jakarta protes keras. Bahkan kami ditelepon oleh para anggota DPR dihubungi dengan para pempred-pempred. Kenapa? Karena kelas menengah atas di Jakarta itu mendadak Kehilangan privilage-nya. Bukan kesempatan ya, privilage-nya,” tuturnya.

“Karena mendadak 100% kursi itu setara kesempatannya dengan sistem baru yang kita pakai. Apa yang terjadi? Semula satu angkatan 90% lebih S1, S2, S3, orang tuanya setelah kita rekrutmen dengan sistem yang kesetaraan menggunakan prinsip keadilan maka 30% orang tuanya berpendidikan SD 30% berpendidikan SMP-SMA dan 30% berpendidikan tinggi,” lanjutnya.

Menurutnya, menjamin kesetaraan kesempatan untuk mengakses pendidikan berkualitas merupakan kunci dari perubahan. Dia menyebut untuk mewujudkan kesetaraan itu maka perlu dimulai melalui sistem politik yang ada.

“Rekayasa lewat instrumen pendidikan untuk pemerataan kesejahteraan masa depan harus dimulai oleh sistem politik yang ada. Sekarang harus dikerjakan dan pendidikan itulah kuncinya. Saya katakan tadi, siapa duduk di mana ditentukan siapa dididik apa,” tukasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *