banner 920x90

2 Jenazah Diduga Korban Longsor` Wilayah Maros Ditemukan di Dua Tempat Berbeda

  • Share
Dua jenazah diduga korban longsor di wilayah Camba, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan di dua tempat berbeda.

MAROS, Newstime.id – Dua jenazah diduga korban longsor di wilayah Camba, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan di dua tempat berbeda. Satu ditemukan di wilayah Mallawa, Maros dan satunya di Kabupaten Bone.

“Betul, ada dua mayat ditemukan hari ini. Keduanya diduga sebagai korban longsor yang terjadi di Kecamatan Cenrana beberapa saat lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Maros Iptu Slamet, Sabtu (7/1/2023).

Mayat pertama ditemukan di pinggir sungai Walanae, Desa Patangkai, Kecamatan Lappariaja, Bone, Sabtu (7/1) sekitar pukul 06.30 Wita. Mayat ditemukan oleh warga yang ke sungai mengecek jaring ikannya.

Dua jam berselang, kembali dilaporkan penemuan mayat di daerah Mallawa, Maros yang berbatasan dengan Kabupaten Bone. Kedua jenazah itu berjenis kelamin perempuan.

Slamet mengatakan kedua jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Cenrana. Mayat tersebut baru akan dilakukan identifikasi pada Minggu besok (8/1).

“Kami berikan pemahaman kepada keluarga korban dan disepakati bahwa 2 jenazah tetap dievakuasi ke RS Palaloi Maros untuk identifikasi. Besok tim DVI dari RS Bhayangkara baru akan melakukan pemeriksaan,” sebutnya.

Slamet menambahkan, sejauh ini untuk identitas belum bisa dipastikan. Setelah pemeriksaan dari DVI baru akan dilaporkan perkembangannya.

“Untuk identitas kami belum bisa pastikan. Besok jam 11 siang tim dari Biddokes Polda Sulsel ke rumah sakit untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Pencarian Disetop di Hari Ketujuh
Tim SAR menghentikan pencarian terhadap empat korban longsor di daerah Camba pada Senin (2/1). Keberadaan korban tidak diketahui hingga hari ketujuh pencarian.

“Upaya pencarian terhadap korban tanah longsor di Rompegading dihentikan. Keberadaan korban tidak ditemukan hingga hari ketujuh pencarian,” kata Humas Basarnas Sulsel Fajri Mursalin, Senin (2/1).

Baca Juga  Ketua TP PKK Makassar Hibur Anak Terdampak Banjir Kelurahan Laikang, Ajak Bermain Latto-latto

Menurutnya, kebijakan ini sudah sesuai amanat undang-undang yang membatasi pencarian hingga hari ketujuh. Hal ini juga didasari kesepakatan dan persetujuan anggota keluarga korban didampingi aparat pemerintah setempat.

“Maka dengan berat hati operasi pencarian dihentikan dan dinyatakan ditutup, 4 korban dinyatakan hilang,” jelasnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *