banner 920x90

Peternak Ayam Mengadu ke Dewan, Syahar: Kita Carikan Solusi

  • Share

MAKASSAR,Newstime.id – Wakil ketua Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif menerima belasan pengusaha ayam petelur dan ayam potong diruang kerjanya, Selasa (21/9/2021).

Menurut para pengusaha ayam petelur dan ayam potong, kondisi membuat usahanya sangat tidak menguntungkan lantaran harga pakan drastis naik. Olehnya itu, harga telur turun, pakan naik, untuk kita para pengusaha datang untuk menyampaikan aspirasinya ke wakil rakyat.

Ketua forum peternak layer Syahrial mengemukakan bila para peternak bisa rugi. “Kita sudah tidak bisa menikmati harga wajar untuk jagung dan dedak serta, konsentrat yang pada umumnya kenaikan bahan baku dibenankan kepada peternak, sementara pabrik tak ingin ambil pusing dengan masalah itu,” ujar Syahrial, Selasa siang.

Harapan para peternak agar wakil rakyat bisa menyampaikan aspirasi ketingkat yang diatas. “Khusus jagung jangan kitam enutup rapat. Dalam saat tertentu inpor jagung sesuai kebutuhan,” pinta Syahrial. Kedatangan para peternak berasal dari Kabupaten Maros, Gowa, Soppeng, Sidrap, Bulukumba, Enrekan dan daerah lainnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alfir mengatakan, setelah mendengar keluhan para peternak, pihaknya akan segera mencarikan solusi. “Forum ini kita mencari solusi, karena DPRD menggelar forum ini karna kita tidak mau saling menyalahkan,” tandas Syahar.

Kata dia, kehadirannya di DPRD Sulsel untuk memfasilitasi pertemuan antara produsen pakan kemudian Dinas Perdagangan peternakan Perindustrian pertanian untuk mencarikan solusi Bagaimana telur ini bisa meningkat lagi Harganya pakan ternak bisa turun.

“Komisi B dalam hal ini sebagai Leading Sector nya turun fasilitasi dan hari ini sudah ada titik temu satu solusinya kita persiapan untuk membuatkan peraturan daerah terkait dengan komoditi,” katanya.

“Soal harganya bagaimana kita membantu peternak supaya harga ini bisa kembali normal supaya peternak kita bisa untung,” tutupnya.

Baca Juga  Bank Sulselbar Bukan Kantor Cabang Pembantu di Antang, Ini Harapan Pemkot Makassar

Sementara itu, ketua komisi B DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewai berharap, untuk solusi jangka pendek, harus ada interfensi dari pemerintah.

“Kita juga harap pemerinta untuk bansos untuk mengambil telur pada pengusaha lokal. Pemerintah buat regulasi untuk stok jagung dan harganya. Kita kan lumbubg jagung jangan sampai daerah lain yang mengambil. Bagaimana lah supaya kebutuhan kita dulu terpenuhi,” ucap Cicu sapaan akrabnya.

“Kita harap juga teman dari pabrik pakan bisa memberi subsidi pada peternak. Kita harap juga kita saling bantu,” tutupnya.(**)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *