
MAKASSAR,Newstime.id – Tak terbantahkan lagi, polusi udara memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Berbagai studi terbaru menyebutkan, polusi udara yang dihasilkan dari bahan bakar minyak yang tak ramah lingkungan, rendah oktan, punya dampak buruk seperti menyebabkan depresi berat, gangguan kepribadian, hingga skizofrenia.
Tim PKM-KC 2021 Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar membuat sebuah alat dengan mengembangkan Sistem Perekam Deteksi objek Berbasis Internet of Things (IoT),Minggu (29/08).
Ketua TIM PKM-KC 2021, Annisa As’ad, mengatakan sistem yang mereka kembangkan dapat mendeteksi objek seperti lubang dan orang.
Selain itu, alat yang mereka buat dapat menjadi kendaraan yang ramah lingkungan dikarenakan penggunaan panel surya sebagai sumber energinya sehingga tidak memerlukan bahan bakar minyak yang dapat membuat pencemaran lingkungan yang salah satunya berasal dari emisi gas buang kendaraan yang menggunakan BBM.

“Alat yang kami buat dapat mendeteksi lubang dan orang sehingga otomatis menghindar jika terdeteksi salah satu objek tersebut”, ujarnya.
Tak hanya itu, sistem yang dikembangkan oleh Tim PKM-KC ini juga terintegrasi dengan Arduino dan sensor.
Dengan menggunakan tiga bidang yaitu Computer Vision sebagai pembacaan objek dengan memanfaatkan kamera, Deep Learning untuk mendeteksi objek menggunakan, dan Internet of Things (IoT), sebagai pengolahan objek menggunakan Controller Raspberry Pi.
“Apabila terdeteksi salah satu objek seperti lubang atau orang, maka Raspberry Pi akan mengirimkan data ke LCD berupa data objek,” jelasnya.
Mahasiswa yang tergabung dari beberapa jurusan di fakultas Teknik ini berharap alat tersebut bisa dikembangkan lebih baik lagi dan dapat lolos menuju PIMNAS ke-34 tahun 2021.





