banner 920x90

8 Bencana Terjang Berbagai Daerah di Sulsel Imbas Cuaca Ekstrem

  • Share

MAKASSAR, Newstime.id – Sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) diterjang bencana hidrometeorologi imbas cuaca ekstrem. BMKG memprakirakan cuaca buruk masih berlangsung hingga hari ini 25 Desember 2022.

BMKG Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca buruk. Peringatan dini cuaca ekstrem itu berada di wilayah Makassar, Pinrang, Parepare, Soppeng, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Selayar.

“Monitoring perkembangan dinamika atmosfer terkini menunjukkan indikasi adanya potensi curah hujan di wilayah Sulawesi Selatan,” ujar Plh Kepala BMKG wilayah IV Makassar A Kamal dalam keterangannya, Sabtu (24/12/2022).

BMKG memprakirakan hujan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat. Wilayah itu meliputi Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, dan Takalar.

Potensi hujan lebat juga diprediksi menerjang wilayah Sulsel bagian tengah, yakni Soppeng dan Gowa. Hal ini juga terjadi di wilayah Sulsel bagian selatan yang meliputi Jeneponto,dan Kepulauan Selayar.

“Ada potensi angin kencang di pesisir barat dan selatan Sulsel,” tegas Kamal.

Kamal juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi di perairan sekitar Sulsel. Pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.

“Dampak tersebut antara lain banjir/genangan, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, dan keterlambatan jadwal penerbangan/pelayaran,” beber Kamal.

Sejumlah wilayah di Sulsel pun dilaporkan diterjang bencana. Dirangkum detikSulsel, Minggu (25/12), berikut 8 bencana yang terjadi imbas cuaca buruk.

1. Banjir di Maros Sebabkan 1 Warga Tewas
Sebanyak 14 kecamatan di Maros dilaporkan diterjang banjir pada Sabtu (24/12). Ketinggian air setinggi paha orang dewasa.

“Untuk sekarang ini hampir semua masuk dalam kondisi banjir di 14 kecamatan. Untuk di Camba debit air sudah cukup tinggi sampai paha orang dewasa,” kata Kepala BPBD Maros Fadli saat dihubungi.

Banjir yang terjadi di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, mengakibatkan 1 warga tewas. Wanita inisial TS ditemukan tewas di kediamannya sekitar pukul 07.30 Wita.

Baca Juga  TP PKK Kota Makassar Gelar Pemantapan Administrasi Dasawisma

“Iya betul, ada yang meninggal di dalam rumah. Orang tua itu,” kata salah seorang warga Kecamatan Camba, Nanda kepada wartawan.

Nanda menjelaskan, awalnya warga sempat curiga lantaran tidak melihat TS saat banjir terjadi. Banjir saat itu sudah setinggi paha orang dewasa.

“Warga ke rumahnya langsung ketuk pintunya, pas dibuka rumahnya, sudah terapung dalam rumah dan langsung diangkat keluar, namun sudah meninggal,” sebutnya.

2. Pohon Tumbang di Kantor Gubernur Sulsel

Pohon tumbang di Kantor Gubernur Sulsel. Foto: Agil Asrifalgi/detikSulsel
Dua pohon di kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) di Kota Makassar tumbang akibat cuaca ekstrem. Pohon tumbang tersebut tepat berada di halaman depan kantor gubernur.

Peristiwa pohon tumbang ini terjadi sekitar pukul 21.00 Wita, Jumat (23/12). Satu pohon lainnya yang terletak di bagian tengah halaman depan tumbang sekitar pukul 03.00 Wita, dini hari.

Petugas Satpol PP Sulsel Darwin menuturkan, pohon tumbang terjadi akibat hujan dan angin kencang yang berasal dari arah barat, menghantam sejumlah pohon di kantor gubernur. Dua pohon tumbang sampai tercabut akarnya.

“Jadi saya duduk di pos jaga sementara hujan angin kencang datang dari arah barat, tidak lama itu pohon di depan saya ini tumbang,” ujarnya.

3. Banjir Soppeng Tutup Akses ke Sidrap
Banjir menerjang sembilan desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Soppeng, Jumat (23/12). Wilayah yang terdampak banjir yakni Desa Ganra dan Desa Belo di Kecamatan Ganra.

Kemudian Desa Donri-donri, Desa Tottong, Desa Kessing, Desa Leworeng di Kecamatan Donri-donri. Selanjutnya, Kelurahan Kaca, Limpomajang, dan Kelurahan Attang Salo di Kecamatan Marioriawa .

Kepala Pelaksana BPBD Soppeng Syahrani mengatakan, curah hujan tinggi dalam sehari juga menyebabkan banjir di Jalan protokol provinsi, yakni poros Soppeng-Sidrap.

“Sudah ditutup (jalan poros Soppeng-Sidrap). Sementara camat mencari jalan alternatif untuk arah ke Sidrap,” sebut Syahrani saat dikonfirmasi, Sabtu (24/12).

Sembilan desa dari 3 kecamatan di Soppeng terendam banjir. Foto: Dokumen Istimewa.
Sementara itu, Humas TRC BPBD Soppeng Rudinan menuturkan, lokasi banjir yang parah ada di Desa Ganra, Desa Belo. Ketinggian air mulai 30 cm hingga 50 cm.

Baca Juga  Longsor Tutup Akses Jalan 9 Desa dan 1 Kelurahan di Bone, TNI-Polri Turun Buka Jalur

“Paling tinggi di Batu-batu, karena jalanan poros Soppeng-Sidrap. Untuk sementara akses jalan ditutup,” ucapnya.

4. Air Pasang di Pulau Kodingareng Makassar
Permukiman yang terletak di Kelurahan Pulau Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar diterjang angin kencang selama 2 jam. Angin kencang itu juga disertai peristiwa air laut pasang.

“Durasinya itu hampir dua jam, cuman jam pertama itu angin cukup kencang, dan kemudian di jam berikutnya itu angin sudah meredah walaupun itu masih di atas normal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar Ahmad Hendra Hakamuddin dalam keterangannya, Sabtu (25/12).

Hendra menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/12) malam. Angin kencang bersamaan dengan pasang air laut mengakibatkan rumah warga banjir.

“Tadi malam angin kencang mengakibatkan luapan air laut masuk di rumah karena berbarengan dengan air pasang,” ucap Ahmad.

5. 3 Warga Tewas saat Longsor di Gowa
Longsor menerjang sebuah perusahaan leasing di Bangkeng Tabbing, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa pada Sabtu (24/12) sekitar pukul 03.00 Wita. Titik longsor berada di Jalan Poros Makassar-Malino.

“Sudah ditemukan semua korban yang tiga itu dan dinyatakan meninggal dunia,” ucap Kepala BPBD Gowa Ikhsan Parawansa saat dihubungi wartawan.

Longsor di Gowa menewaskan 3 orang warga. Foto: Dokumen Istimewa.
Menurut Ikhsan, 10 karyawan leasing itu menggunakan satu unit rumah sebagai kantor di Kelurahan Bontolerung. Namun nahas, longsor datang menerjang.

“Di dalam rumah kantor itu ada 10 orang, dia itu pekerja. 7 orang yang selamat, yang 3 itu tertimbun di dalam, terkena reruntuhan gitu kan,” ujarnya.

6. Banjir Soppeng Rendam 1.924 Hektare Sawah
Sebanyak 1.924 hektare sawah di Soppeng, terendam banjir. Sawah terdampak banjir itu tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Marioriawa, Marioriwawo, Ganra, Donri-donri, Lalabata, dan Liliriaja.

Baca Juga  TP PKK Kota Makassar Study Tiru SIM dan Dasawisma PKK di DKI Jakarta

“Laporannya sampai siang tadi sudah sebanyak 1.924 hektare sawah terendam banjir. Rata-rata sawah yang terendam banjir yang sudah ditanami padi,” kata Kepala Dinas Pertanian Soppeng Fajar saat dikonfirmasi, Sabtu (24/12).

Banjir di Kabupaten Soppeng melanda sejak Jumat (23/12) sekitar pukul 08.00 Wita. Wilayah yang terdampak banjir Desa Ganra dan Desa Belo, Kecamatan Ganra.

“Itu di Ganra 962,53 hektare lahan yang terendam banjir. Sedangkan Donri-donri 793 hektare. Dua lokasi itu paling terdampak,” jelasnya.

7. Warga Hanyut Terseret Banjir di Pinrang
Wanita bernama Ati (58) dilaporkan hanyut terseret banjir di Kelurahan Samatunrue, Kecamatan Tiroang, Pinrang pada Sabtu (24/12) sekitar pukul 15.45 Wita. Korban nekat menembus banjir hingga terbawa arus.

“Dia (Ati) berboncengan dengan menantunya, karena kondisi jalan tertutup banjir tak sengaja terpeleset dan akhirnya terjatuh dan terbawa arus,” sebut Camat Tiroang Ansar Maramat saat dikonfirmasi.

Ansar menjelaskan, korban saat itu habis berbelanja dan hendak pulang ke rumahnya. Hingga saat ini tim SAR masih melakukan pencarian terhadap korban.

“Pencarian tadi belum berhasil ditemukan, besok akan dilanjutkan tim SAR gabungan untuk pencarian,” imbuhnya.

8. 239 Warga Mengungsi gegara Banjir Makassar
Kawasan permukiman di dua kecamatan di Kota Makassar, yakni Biringkanayya dan Manggala diterjang banjir imbas hujan seharian. Akibatnya, 239 jiwa mengungsi ke tempat aman.

“Kalau Biringkanayya itu 115 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga 33. Sementara Manggala 124 jiwa dengan 34 kepala keluarga,” jelas Kepala Pelaksana BPDB Makassar Achmad Hendra Hakamuddin dalam keterangannya, Sabtu (24/12).

Banjir yang terjadi di Makassar ini akibat curah hujan yang terus mengguyur Makassar sejak Sabtu pagi (24/12). Korban terdampak banjir kini diungsikan di sejumlah wilayah.

“Titik pengungsian yang sudah ada setiap tahunnya yakni Masjid Jabal Nur Antang, Masjid Arrahman, Warkop Gomacca, Masjid Nur Ikhlas dan TK Tri Kodam,” ucap Hendra.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *