banner 920x90

8 Hal Tentang Ketua HMJ FBS UNM Makassar Diduga Lecehkan Mahasiswi Baru

  • Share

MAKASSAR, Newstime.id – Oknum ketua himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) inisial MEX diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi baru inisial XYA. Kasus ini sudah ditangani pihak fakultas.

Dugaan pelecehan itu mencuat melalui cerita XYA yang diunggah di akun Instagram @mekdiunm. Unggahan tersebut kemudian viral sehingga pihak fakultas langsung turun tangan.

Minggu (11/12/2022) berikut ini 8 hal tentang oknum ketua HMJ FBS UNM diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswi baru:

1. Korban Mahasiswi Baru Angkatan 2022
Wakil Dekan III FBS UNM Azis membenarkan adanya dugaan pelecehan yang melibatkan mahasiswanya. Dia menyebut terduga korban merupakan mahasiswi baru angkatan 2022.

“Ya, menurut informasinya (korban) itu adalah mahasiswa baru,” kata Wakil Dekan III FBS UNM Azis saat, Kamis (8/12).

Azis juga membenarkan terduga pelaku pelecehan adalah petinggi organisasi di fakultas. Terduga pelaku disebut merupakan ketua Dewan Mahasiswa (Dema) setingkat HMJ.

“Dia HMJ, bukan presiden BEM. Dema itu sejajar dengan HMJ. Umumnya adalah ketua HMJ,” sebutnya.

2. Korban-Pelaku Dipanggil untuk Klarifikasi
Pihak fakultas juga langsung mengambil sikap dengan memanggil kedua mahasiswanya tersebut. Mereka dipanggil untuk memberikan klarifikasi.

“Sebentar ini (Kamis) baru mau diinterogasi oleh bapak dekan,” ujar Wakil Dekan III FBS UNM Azis, Kamis (8/12).

Korban saat dimintai klarifikasi oleh pihak fakultas langsung menyatakan bersedia. Sementara terduga pelaku saat itu belum memberikan kepastian.

“Si laki-laki saya belum tahu apakah mau datang atau tidak. Perempuan bersedia datang,” ungkapnya.

3. Pelaku Bantah Lakukan Pelecehan
Pelaku MEX kemudian memenuhi panggilan pihak fakultas sehari setelahnya, Jumat (9/12). MEX membantah melakukan pelecehan terhadap korban.

Baca Juga  Dugaan Mahasiswi Baru FBS UNM Dilecehkan, Fakultas Usut Oknum Ketua HMJ

“Dia membantah semua hal-hal yang beredar di media itu bahwa tidak benar itu berita di media (pelecehan seksual). Dia tidak pernah melakukan apa-apa,” ungkap Wakil Dekan III FBS UNM Azis kepada detikSulsel, Jumat (9/12).

4. Pelaku Ngaku Pacar Korban
Selain itu, terduga pelaku MEX juga mengaku memiliki hubungan dekat dengan korban. Dia menyebut dirinya dan XYA menjalin hubungan asmara atau pacaran.

“Pelaku ini dia mengatakan dia berpacaran,” ujar Azis.

Namun korban XYA justru membantah pengakuan MEX. Korban saat dimintai keterangan menyebut tidak punya hubungan spesial dengan terduga pelaku MEX.

“Diduga korban itu kemarin dia memberikan bantahan-bantahan kalau yang bersangkutan pacaran,” terangnya.

5. Pelaku Berdalih Hanya Kerja Tugas
Terduga pelaku MEX juga mengaku hanya mengerjakan tugas bersama korban. Dia menyebut tidak ada peristiwa pelecehan.

Wakil Dekan III FBS UNM Azis menceritakan MEX mengaku diminta oleh korban untuk menjemput. Setelah dijemput mereka kemudian jalan-jalan.

“Menurut dia, dia hanya diminta untuk menjemput si korban itu dan akhirnya dia jalan-jalan keluar,” ujar Azis, Jumat (9/12).

Selanjutnya, keduanya sempat singgah ke suatu tempat. Di tempat tersebutlah diduga terjadi pelecehan terhadap mahasiswi baru itu. Namun MEX mengaku mereka hanya mengerjakan tugas.

“Ya, begitu. Kerja tugas. Baru dia minta si terduga korban ini diantar kembali ke kosnya sehingga diantar lagi pulang,” ungkap Azis.

6. Pelaku Siap Dipolisikan
Pelaku MEX menegaskan tidak melakukan pelecehan. MEX bahkan mengaku siap dipolisikan terkait dugaan tersebut.

“Iya, dia membantah kalau dia melakukan hal seperti itu (pelecehan seksual). (Makanya) bersedia dilaporkan ke polisi,” kata Wakil Dekan III FBS UNM Azis, Jumat (9/12).

Pernyataan sikap MEX itu diungkapkan saat dipanggil pihak fakultas untuk menyampaikan klarifikasi terkait dugaan pelecehan seksual, sore tadi. MEX lantas mempersilakan korban untuk melaporkannya ke polisi karena merasa tidak melakukan pelecehan.

Baca Juga  Pemkab Sidrap Tegas, 10 Toko Alfamidi Melanggar Aturan di Tutup, Pa’gadde-gadde Bergembira.

“Sehingga diduga pelaku dia mengatakan bahwa kalau memang dia (korban) merasa diperlakukan seperti itu dia mempersilakan si korban untuk melaporkan ke polisi, supaya dia ditangkap. Dia tadi menyatakan waktu diinterogasi,” imbuh Azis.

7. Pelaku Terancam Drop Out
Pihak FBS UNM menyerahkan kasus dugaan MEX melecehkan XYA ke komisi disiplin (komdis). MEX terancam mendapat sanksi drop out (DO).

“Setelah ini kami akan proses melalui komisi disiplin,” ujar Wakil Dekan III FBS UNM Azis, Jumat (9/12).

Azis mengatakan nantinya komdis akan mendalami seperti apa peristiwa yang terjadi dalam kasus dugaan pelecehan itu. Komdis akan kembali memanggil keduanya untuk memberikan klarifikasi lanjutan.

“Komisi disiplin nanti akan melihat itu untuk kedua belah pihak seperti apa, apakah diberikan sanksi atau seperti apa,” terangnya.

Lebih lanjut, Azis mengatakan, jika dugaan pelecehan tersebut terbukti dilakukan MEX maka akan diberikan sanksi pemecatan alias DO. Namun jika hal tersebut terjadi dengan motif suka sama suka, sanksi yang diberikan akan dipertimbangkan selanjutnya.

“Kalau misalnya terbukti, dipecat. Itu yang paling teratas kalau misalnya terbukti dan memang tidak ada rasa suka sama suka,” ungkapnya.

“Kalau misalnya ada rasa suka sama suka dan memang tidak seperti itu kronologisnya tentu ada pasal yang lain yang di bawahnya. Kan ada skorsing satu semester, ada skorsing satu tahun, bahkan ada pemecatan. Tapi itu bergantung komdis yang melihat,” imbuhnya.

8. Pelaku Dinonaktifkan dari Jabatan Ketua HMJ
Terduga pelaku saat ini telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai ketua HMJ. Keputusan itu diambil oleh pengurus lembanganya.

“Dia sudah dinonaktifkan sebagai ketua Dema atau HMJ oleh lembaganya,” ungkap Wakil Dekan III FBS UNM Azis kepada detikSulsel, Sabtu (10/12).

Baca Juga  Kejagung Buka Opsi Gabung Berkas Perkara Ferdy Sambo Jadi Satu Dakwaan

Azis mengatakan terduga pelaku MEX menerima sikap lembaganya yang menonaktifkan dirinya akibat terseret kasus dugaan pelecehan. MEX juga disebut siap untuk mengundurkan diri.

“Dia juga mengatakan akan mengundurkan diri dari pengurus,” ujarnya.

Selain itu, MEX juga bersedia untuk diproses melalui komisi disiplin (komdis) kampus. Dia mengaku siap diberi sanksi jika terbukti melakukan pelecehan terhadap juniornya.

“Dia bersedia diproses, dikomdiskan, dia meminta bahwa saya siap diberi sanksi kalau memang saya bersalah,” imbuh Azis.

(*)Sumber: detiksulsel

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *